Baru Pulang Dari Luar Negeri, Orang Ini Adalah Orang Indonesia Yang Terserang Cacar Monyet

Baru Pulang Dari Luar Negeri, Orang Ini Adalah Orang Indonesia Yang Terserang Cacar Monyet

Wartajakarta84.com – Baru Pulang Dari Luar Negeri, Orang Ini Adalah Orang Indonesia Yang Terserang Cacar Monyet. Sejarah cacar monyet pada manusia didunia, ditemukan pertama kali menyerang anak laki-laki berumur 9 tahun di Kongo pada tahun 1970.

“CLADE” adalah nama baru untuk cacar monyet. Hal tersebut dilakukan untuk merubah dan mencegah Stigmatisasi masyarakat dunia. Penelitian menemukan cacar monyet pertama kali pada tahun 1958. Cacar monyet ini menyerang koloni monyet yang dipelihara, dimana monyet-monyet tersebut digunakan untuk keperluan penelitian.

Kasus cacar monyet non-endemik ditemukan pada pria asal negara Inggris pada bulan Mei lalu setelah pulang bepergian dari Negara Nigeria. Saat ini kurang lebih sudah ada 15 negara yang melapor mengalami kasus cacar monyet, termasuk Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan Singapura.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Juli telah mengumumkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Status ini disamakan dengan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Sabtu tanggal 20 agustus menginformasikan bahwa pasien cacar monyet pertama di Indonesia berasal dari Jakarta. Pasien ini dijelaskan laki-laki berusia 27 tahun yang baru saja pulang berkunjung dari luar negeri.

Kemenkes tidak menginformasikan secara gamblang negara mana yang dikunjungi pasien itu, tetapi dijelaskan sepulang dari luar negeri pasien mengalami demam dan pembesaran gejala limpa.

Petugas kesehatan di Jakarta dikatakan merespons pasien bergejala tersebut dengan pemeriksaan, termasuk tes PCR. Setelah dua hari pemeriksaan, pasien diumumkan positif cacar monyet.

Menurut Kemenkes pasien tak mengalami gejala berat. Meski begitu terdapat ruam cacar yang muncul di muka, telapak tangan, kaki dan sebagian alat genital.

Pasien dikatakan mengalami gejala ringan dan kini dalam keadaan baik-baik saja. Hal ini membuat pasien tersebut tak perlu dirawat di ruang isolasi, tetapi perlu menjalani isolasi mandiri di rumah.

Pasien cacar monyet dikatakan Kemenkes dapat sembuh sendiri dengan masa inkubasi selama 21-28 hari.

Tentang Cacar Monyet

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus cacar monyet termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi.

Cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958. Pada saat itu ditemukan wabah penyakit mirip cacar yang menyerang koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian, hal tersebut yang menyebabkan penyakit ini disebut sebagai cacar monyet atau monkeypox.

Kasus cacar monyet pertama yang menginfeksi manusia tercatat pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. Sejak saat itu, kasus cacar monyet dilaporkan telah menginfeksi orang-orang di beberapa negara Afrika Tengah dan Barat lainnya seperti : Kamerun, Republik Afrika Tengah, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, dan Sierra Leone.

Cara Penularan Cacar Monyet

Virus cacar monyet dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus. Virus juga dapat melewati plasenta dari ibu hamil ke janin.

Virus cacar monyet dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, ketika menangani atau memproses hewan buruan, atau melalui penggunaan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi. Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau linen.

Cacar monyet ditularkan pula dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan Ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.

Berbagai spesies hewan telah diidentifikasi rentan terinfeksi virus cacar monyet. Masih ada ketidakpastian tentang sejarah alami virus ini. Begitu pula sampai sekarang belum diketahui reservoir spesifiknya dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Walaupun memiliki nama cacar monyet, namun monyet bukanlah reservoir utama.

Cara Pencegahan Penularan Cacar Monyet

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terinfeksi virus cacar monyet, yang meliputi :

  • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
  • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
  • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
  • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi
  • Memasak daging dengan benar dan matang

Kita tetap perlu waspada dan berhati-hati. Jika mendapati gejala dan tanda seperti yang tertera di atas diharapkan untuk dapat segera melapor ke fasilitas pelayanan Kesehatan agar dapat segera tertangani.