Dongeng Itik Buruk Rupa

Dongeng Itik Buruk Rupa

Wartajakarta84.comDongeng Itik Buruk Rupa. Di sebuah pinggiran danau, hiduplah dengan bahagia sepasang itik. Suatu ketika itik betina sudah mulai bertelur, Setelah telur-telur tersebut menetas, tentunya sepasang itik tersebut akan segera memiliki anak. Suatu hari ketika sedang mengeram, sang itik betina merasakan aneh dengan salah satu telurnya. Telur tersebut selain beda ukuran, juga berbeda warna dengan telur-telur yang lainnya.

Hari yang telah dinanti-nantikan akhirnya telah tiba, telur-telur itik tersebut menetas semuanya. Termasuk satu telur yang aneh tadi. Setelah semuanya sempurna menetas, anak-anak itik tersebut terlihat sangat manis dan menggemaskan. Namun ada satu anak itik yang buruk rupanya, karena tidak mirip saudara-saudaranya termasuk ayah dan ibunya. Dengan kejadian tersebut, induk itik tidak menjadikannya suatu masalah. Karena dia yakin bahwa itik abu-abu tersebut adalah anaknya.

Pada awalnya memang biasa saja, tidak ada hal-hal aneh yang di rasakan oleh itik yang rupanya buruk dan berbeda tersebut. Sampai akhirnya dia menginjak dewasa, dia selalu mendapatkan ejekan dari itik-itik lain, termasuk saudara-saudaranya. Dia dijuluki sebagai itik abu-abu bahkan dia mendapat julukan itik yang buruk rupa.

Hari demi hari terus berlalu. Itik abu-abu setiap hari selalu mendapat ejekan dari saudara-saudara dan teman-temannya. Rupanya kesabaran itik abu-abu sudah habis. Dia tidak bisa terus-terusan menahan sakit hati mendapat ejekan setiap hari. Akhirnya tanpa sepengetahuan ibu dan saudara-saudaranya itik abu-abu si buruk rupa pergi meninggalkan rumah.

Sambil menahan rasa sedih meninggalkan rumah, itik buruk rupa terus saja berjalan ke arah yang tidak jelas. Karena melakukan perjalanan yang sudah cukup jauh, sang itik buruk rupa tersebut merasakan lelah. Akhirnya, setelah berada di dekat pohon yang rindang, itik tersebut memutuskan istirahat. Belum lama itik tersebut beristirahat, ada seekor kucing yang mendekat.

Sang itik buruk rupa sungguh terkejut dengan kedatangan si kucing, dia sangat takut sekali. Dia takut dimakan oleh kucing tersebut. Namun sang itik lega karena si kucing tidak jadi mendekat, melainkan berlari pergi menjauh. “Sampai-sampai kucing saja takut dengan aku. Apakah aku ini benar-benar mempunyai rupa yang buruk” Gumam sang itik.

Setelah hilang lelahnya, lantas sang itik buruk rupa tersebut melanjutkan perjalanannya. Di tengah perjalanan, di depan suatu rumah yang mewah, dia berjumpa dengan anjing dan ayam. Belum sampai sang itik menyapa anjing dan ayam tersebut, malah sang itik di usir. Dengan nada kasar dan keras ayam dan anjing mengusir itik buruk rupa tersebut untuk segera pergi. Akibat dari perlakuan anjing dan ayam tersebut, sang itik hatinya bertambah sedih. Karena dia benar-benar merasa dirinya memiliki rupa yang sangat jelek.

ITIK BURUK RUPA MENEMUKAN JATI DIRINYA

Itik buruk rupa tersebut terus saja melanjutkan kepergiannya. Tanpa terasa itik tersebut sudah sangat jauh meninggalkan rumah. Ketika sampai di suatu danau pinggiran hutan, itik buruk rupa tersebut melihat sekawanan angsa yang sedang berenang.

Salah satu angsa ada yang menyapa dirinya. “Hai Teman, masuklah kedalam air. mari kita berenang dan bermain bersama” Ucap angsa danau. “Terimakasih angsa, tetapi apakah kalian mau bermain denganku yang memiliki rupa yang buruk ini” jawab itik buruk rupa, “Tentu tidak kawan, kenapa kami harus malu. Apa kamu ini tidak sadar kalau kamu itu sangat cantik sekali. Kalau kamu tidak percaya, silahkan kamu berkaca di air kawan” Ucap angsa danau.

Lalu sang itik buruk rupa segera saja berkaca di air danau, dan benar dia melihat dirinya sangatlah cantik sekali. Dan akhirnya itik buruk rupa tersebut bukan merupakan kawanan itik, melainkan kawanan angsa. Semenjak hari itu, sang itik buruk rupa bergabung dengan kawanan angsa. Dan dia sudah tidak sedih lagi. Karena dia sekarang gembira dan bahagia.

PESAN MORAL DONGENG ITIK BURUK RUPA

Pesan moral yang terkandung di dalam dongeng itik buruk rupa tersebut adalah, buat teman-teman yang memiliki ketidaksempurnaan tubuh ataupun wajah, janganlah minder, karena setiap manusia pasti diberikan kelebihan di balik kekurangannya. Terusl,ah berkarya, selagi itu adalah hal yang positif.